Category Kegiatan Fakultas

Perkuat Karakter Pesantren, FASBI INHAFI Gelar Rapat Tindak Lanjut Benchmarking

Bawean, 30 Juni 2026 – Fakultas Syari’ah dan Bisnis Islam (FASBI) Institut Agama Islam Hasan Jufri (INHAFI) Bawean menggelar rapat tindak lanjut hasil benchmarking ke Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Yogyakarta yang telah dilaksanakan pada 12 Juni 2026. Rapat yang berlangsung pada Selasa, 30 Juni 2026 tersebut dihadiri oleh pimpinan fakultas, ketua program studi, serta dosen di lingkungan FASBI.

Rapat ini menjadi bagian dari upaya fakultas dalam mengimplementasikan berbagai praktik baik yang diperoleh selama kegiatan benchmarking, khususnya dalam penguatan karakter kepesantrenan yang selaras dengan visi INHAFI sebagai perguruan tinggi berbasis pesantren.

Dekan Fakultas Syari’ah dan Bisnis Islam, Masruha, S.Sy., M.H., menyampaikan bahwa hasil benchmarking menunjukkan pentingnya penguatan budaya akademik yang terintegrasi dengan nilai-nilai kepesantrenan. Oleh karena itu, fakultas berkomitmen menghadirkan program yang tidak hanya mendukung capaian akademik mahasiswa, tetapi juga memperkuat kompetensi keagamaan mereka.

Salah satu program yang disepakati dalam rapat tersebut adalah pelaksanaan pembacaan Al-Qur’an secara rutin setiap tanggal 15 pada setiap bulan. Program ini akan melibatkan seluruh mahasiswa dari tiga program studi yang berada di bawah naungan Fakultas Syari’ah dan Bisnis Islam.

Pelaksanaan kegiatan akan menggunakan metode sima’ Al-Qur’an, yaitu dosen menyimak langsung bacaan mahasiswa. Dalam prosesnya, setiap mahasiswa akan mendapatkan penilaian dan catatan terkait kemampuan membaca Al-Qur’an, baik dari aspek makharijul huruf, kelancaran bacaan, maupun ketepatan penerapan kaidah tajwid. Hasil bacaan mahasiswa akan didokumentasikan dan dicatat sebagai bahan evaluasi perkembangan kemampuan membaca Al-Qur’an.

Melalui program ini, fakultas berharap dapat membangun budaya literasi Al-Qur’an yang kuat di lingkungan akademik sekaligus memperkuat identitas kepesantrenan yang menjadi ciri khas INHAFI Bawean. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana pembinaan berkelanjutan agar mahasiswa memiliki kemampuan membaca Al-Qur’an yang baik dan benar.

Sebagai bentuk pengendalian mutu, hasil evaluasi bacaan Al-Qur’an mahasiswa akan dibahas dalam rapat koordinasi fakultas berikutnya. Evaluasi tersebut akan menjadi dasar penyusunan langkah-langkah pembinaan lanjutan bagi mahasiswa yang masih memerlukan pendampingan dalam aspek bacaan maupun tajwid.

Melalui tindak lanjut hasil benchmarking ini, Fakultas Syari’ah dan Bisnis Islam berharap dapat terus menghadirkan inovasi program yang mendukung penguatan akademik sekaligus karakter keislaman mahasiswa, sehingga visi kampus berbasis kepesantrenan dapat terwujud secara nyata dalam kehidupan akademik sehari-hari.

Bagikan Informasi Ini:
Dosen FASBI INHAFI Bawean Laksanakan Pengabdian kepada Masyarakat melalui Program BRUN Berbasis Hibah LPPM

Bawean – Institut Agama Islam Hasan Jufri (INHAFI) Bawean terus mendorong pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui program hibah penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang dikelola oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM). Salah satu implementasi program tersebut diwujudkan melalui kegiatan Penguatan Literasi Hukum Keluarga Islam bagi Remaja Usia Nikah melalui Program Bimbingan Remaja Usia Nikah (BRUN) yang dilaksanakan pada Sabtu (06/06/2026) di Aula Lantai 4 Kampus INHAFI Bawean.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini merupakan program yang didanai melalui Hibah Pengabdian kepada Masyarakat LPPM INHAFI Bawean Tahun 2026 dan dilaksanakan oleh dosen Fakultas Syari’ah dan Bisnis Islam (FASBI) INHAFI Bawean, Masruha, S.Sy.,M.H, M. Halilurrahman, M.H dan mahasiswa Siti Jamilah serta bekerja sama dengan KUA Kecamatan Sangkapura dan LKKNU Bawean.

Program tersebut bertujuan untuk meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai hukum keluarga Islam, khususnya terkait kesiapan memasuki usia pernikahan, hak dan kewajiban dalam keluarga, serta pentingnya membangun ketahanan keluarga yang berlandaskan nilai-nilai keislaman dan kearifan sosial masyarakat.

Peserta kegiatan terdiri atas perwakilan Himpunan Mahasiswa Program Studi (HIMA) di lingkungan INHAFI Bawean, masing-masing mengirimkan sepuluh orang delegasi, serta kader PMII Komisariat Hasan Jufri. Kehadiran para mahasiswa dari berbagai latar belakang organisasi diharapkan dapat menjadi agen literasi yang mampu menyebarluaskan pemahaman hukum keluarga Islam kepada masyarakat luas.

Kepala LPPM INHAFI Bawean, Ansharuddin, M.M., M.Pd., menyampaikan bahwa program hibah pengabdian merupakan salah satu bentuk dukungan institusi dalam mendorong dosen agar mampu menghadirkan solusi atas berbagai persoalan yang berkembang di masyarakat. Menurutnya, perguruan tinggi tidak hanya berfungsi sebagai pusat pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk memberikan manfaat nyata kepada masyarakat melalui kegiatan pengabdian yang terukur dan berkelanjutan.

Kegiatan menghadirkan pemateri dari KUA Kecamatan Sangkapura yang menyampaikan materi mengenai Program Bimbingan Remaja Usia Nikah (BRUN), pendewasaan usia perkawinan, kesiapan psikologis dan spiritual dalam membangun rumah tangga, serta berbagai tantangan keluarga di era kontemporer. Pemateri juga berasal dari LKKNU Bawean yang memberikan penguatan mengenai pentingnya komunikasi dalam keluarga sebagai fondasi utama dalam membangun masyarakat yang harmonis dan sejahtera.

Pelaksanaan kegiatan berlangsung secara interaktif. Para peserta aktif berdiskusi dibuat berkelompok dan mengajukan berbagai pertanyaan terkait persoalan keluarga, pernikahan, serta peran generasi muda dalam membangun keluarga yang berkualitas. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya kebutuhan akan edukasi hukum keluarga Islam yang aplikatif dan relevan dengan perkembangan zaman.

Melalui dukungan Hibah Pengabdian kepada Masyarakat LPPM INHAFI Bawean, program ini menjadi bukti komitmen institusi dalam mengembangkan budaya akademik yang berdampak serta memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan dalam upaya mewujudkan masyarakat yang lebih sadar hukum, berdaya, dan berketahanan keluarga.

Kegiatan ini sekaligus menegaskan bahwa pengabdian kepada masyarakat bukan sekadar kewajiban akademik, melainkan wujud nyata kontribusi perguruan tinggi dalam menjawab kebutuhan dan tantangan yang dihadapi masyarakat secara langsung.

Bagikan Informasi Ini:
Edukasi Remaja Usia Nikah, FASBI INHAFI Gelar Program BRUN Bersama KUA Sangkapura dan LKKNU Bawean

Bawean – Fakultas Syari’ah dan Bisnis Islam (FASBI) Institut Agama Islam Hasan Jufri (INHAFI) Bawean kembali menunjukkan komitmennya dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat. Pada Sabtu, 06 Juni 2026, dekan FASBI INHAFI Bawean, Masruha, S.Sy.,M.H menyelenggarakan kegiatan Penguatan Literasi Hukum Keluarga Islam melalui Program Bimbingan Remaja Usia Nikah (BRUN) bekerja sama dengan Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sangkapura dan Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) Bawean.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Lantai 4 Kampus INHAFI Bawean tersebut dihadiri oleh mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Program Studi (HIMA) dari enam program studi di lingkungan INHAFI Bawean. Masing-masing HIMA mengirimkan sepuluh orang delegasi sebagai peserta kegiatan. Selain itu, kegiatan ini juga diikuti oleh kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Hasan Jufri yang turut berpartisipasi aktif dalam setiap sesi diskusi dan pembelajaran.

Acara di mulai dengan pembukaan yang di sambut oleh bapak M.Halilurrahman, M.H. mewakili rektor INHAFI Bawean. Beliau menyampaikan bahwa program BRUN ini selain untuk pengenalan dan persiapan remaja usia nikah, juga merupakan kegiatan kolaborasi yang sangat bermanfaat bagi berbagai pihak.

Kegiatan BRUN menghadirkan narasumber dari KUA Kecamatan Sangkapura bapak Musta’en, S.H.M.H dan beberapa penyuluh lainnya, yang mana beliau memaparkan materi terkait persiapan pernikahan, meliputi administrasi dan pentingnya data diri yang valid berbagai dokumen data diri. Materi tersebut disampaikan secara interaktif dan juga kasus-kasus yang sering terjadi di bagian administrasi KUA.

Sementara itu, perwakilan LKKNU Bawean, Ibu Minasochah, S.HI, M.Si., menekankan pentingnya pendidikan keluarga sebagai fondasi utama dalam membangun masyarakat yang kuat dan berdaya. Keluarga yang dibangun atas komunikasi yang sehat, dan tanggung jawab bersama diyakini akan mampu melahirkan generasi yang berkualitas serta berkontribusi positif bagi lingkungan sekitarnya. Penyampaian materi di dahului dengan pembagian kelompok para peserta dengan intruksi pemecahan masalah dari studi kasus yang diberikan.

Pelaksanaan kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh FASBI INHAFI Bawean melalui pendekatan edukatif dan kolaboratif. Sinergi antara perguruan tinggi, KUA, dan organisasi kemasyarakatan seperti LKKNU Bawean diharapkan dapat memperluas jangkauan literasi hukum keluarga Islam di tengah masyarakat, khususnya di kalangan generasi muda.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Berbagai pertanyaan dan tanggapan disampaikan dalam sesi diskusi, menunjukkan tingginya perhatian mahasiswa terhadap isu-isu keluarga, pernikahan, dan pembangunan ketahanan keluarga. Para peserta juga mengapresiasi terselenggaranya kegiatan yang dinilai relevan dengan kebutuhan generasi muda saat ini.

Melalui kegiatan Penguatan Literasi Hukum Keluarga Islam dalam Program Bimbingan Remaja Usia Nikah (BRUN) ini, Fakultas Syari’ah dan Bisnis Islam INHAFI Bawean berharap dapat terus berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pemahaman masyarakat mengenai hukum keluarga Islam. Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud nyata pengabdian perguruan tinggi kepada masyarakat dalam mendukung terwujudnya keluarga yang harmonis, berkualitas, dan berketahanan di tengah dinamika kehidupan modern.

Fakultas Syari’ah dan Bisnis Islam INHAFI Bawean Perkuat Kurikulum OBE untuk Tingkatkan Mutu Pembelajaran

Fakultas Syari’ah dan Bisnis Islam terus berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan melalui penguatan kurikulum berbasis capaian pembelajaran (Outcome Based Education / OBE). Komitmen tersebut diwujudkan dengan mengikuti kegiatan “Penyusunan dan Implementasi Kurikulum Berbasis Capaian Pembelajaran OBE” yang dilaksanakan secara daring oleh Pelita Ilmi melalui Zoom Meeting, pada Minggu, 17 Mei 2026.

Kegiatan tersebut diikuti langsung oleh Dekan Fakultas Syari’ah dan Bisnis Islam, Masruha, bersama para ketua program studi, yakni M. Halilurrahman selaku Kaprodi Hukum Keluarga Islam (HKI) dan Izzatun Maghfirah selaku Kaprodi Perbankan Syariah (PS).

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pemaparan materi dari Dr. Lukmandono, ST., MT., mengenai konsep, strategi penyusunan, hingga implementasi kurikulum OBE yang menekankan pada capaian kompetensi lulusan sesuai kebutuhan dunia pendidikan dan masyarakat.

Dekan Fakultas Syari’ah dan Bisnis Islam menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi langkah penting dalam pengembangan mutu akademik fakultas, khususnya dalam menyesuaikan kurikulum dengan standar pendidikan tinggi yang lebih adaptif dan berorientasi pada kompetensi lulusan. Melalui pendekatan OBE, proses pembelajaran diharapkan tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga pada kemampuan nyata yang dimiliki mahasiswa setelah menyelesaikan perkuliahan.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana penguatan sinergi antar program studi dalam menyusun kurikulum yang relevan dengan perkembangan keilmuan, kebutuhan masyarakat, dan tantangan dunia kerja. Fakultas Syari’ah dan Bisnis Islam berharap implementasi kurikulum OBE dapat meningkatkan kualitas lulusan yang unggul, profesional, dan mampu bersaing di era global.

Bagikan Informasi Ini:
Fasbi adakan Webinar Internasional

Rabu, 17 desember 2025, Fakultas Syariah dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Hasan Jufri Bawean adakan webinar internasional dengan tema: “Pera Perempuan dalam otoritas keagamaan dan penguatan hukum Islam Kontemporer”.

webinar internasional ini dikuti oleh sekitar 100 orang peserta dari berbagai darah di seluruh nusantara. yang menjadi narasumber dalam webinar internsional ini adalah Dr. Ainun Barakah, M.H.I (Wakil Rektor I INHAFI Bawean), dan Ustadzah Nadia Hanim, A.R. dosen Singapore Islamic Scholars). wrbinar ini dipandu oleh moderator, Fauziyah, M.H. (dosen Fasbi INHAFI Bawean).

dalam sambutannya Masruha, M.H. (Dekan Fakultas Syariah dan Bisnis Islam) menegaskan bahwa perembuan bukanlah objek yang terpinggirkan, namun perempuan memiliki peran penting dalam penguatan hukum Islam kontemporer. Ainun Barakah sebagai pemateri memaparkan bahwa dalam sejaah banyak kaum perempuan yang menjadi tokoh Utama dalam memperjuangkan hukum Islam. begitu juga perempuan menjadi pendidik ynag pertama bagi anak-anaknya. oleh sebab itu, melahirkan perempuan berarti melahirkan seorang pendidik yang akan mencetak puluhan generasi.

Muhammad Rahel, sebagai ketua panitia mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu dan mendukung acara webinar internasional ini sehingga acara berjalan dengan lancar.

Bagikan Informasi Ini: